Matematika Ria
Tambahkan ke favorit Tambahkan ke favorit
link Tautkan di sini
Beranda Matematika RiaBeranda








Hak cipta © 2009
MatematikaRia.com

Pola Bilangan Dasar

Bilangan dapat memiliki suatu pola bilangan yang menarik. Di sini kami tunjukkan pola dasar yang umum dan bagaimana terbentuknya.

Barisan Aritmetika

Barisan Aritmetikan dibentuk dari penambahan pada tiap suku bilangan dengan bilangan tertentu.

Contoh:

1, 4, 7, 10, 13, 16, 19, 22, 25, ...
Barisan ini memiliki selisih 3 antara suku yang berdekatan.
Suku berikutnya diperoleh dengan menambahkan 3 ke suku terakhir yang berdekatan.


3, 8, 13, 18, 23, 28, 33, 38, ...
Barisan ini memiliki selisih 5 antara suku yang berdekatan.
Pola dilanjutkan dengan menambahkan 5 ke tiap suku terakhir.

Nilai yang ditambahkan pada tiap suku disebut "selisih tetap"

Berapakah nilai selisih tetap pada contoh ini?

19, 27, 35, 43, ...

Jawab: Nilai selisih tetap adalah 8

Selisih tetap juga dapat bernilai negatif, seperti berikut:

25, 23, 21, 19, 17, 15, ...
Nilai selisih tetap adalah -2
Suku berikutnya diperoleh dengan mengurangi 2 dari suku terakhir yang berdekatan.

 

Barisan Geometri

Barisan Geometri dibentuk dengan mengalikan suku yang berdekatan dengan nilai tertentu.

Contoh:

2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, ...
Barisan ini memiliki kelipatan 2 antara suku yang berdekatan.
Suku berikutnya diperoleh dengan mengalikan 2 ke suku terakhir yang berdekatan.

3, 9, 27, 81, 243, 729, 2187, ...
Barisan ini memiliki kelipatan 3 antara suku yang berdekatan.
Suku berikutnya diperoleh dengan mengalikan 3 ke suku terakhir yang berdekatan.

 

Barisan Khusus

Barisan Segitiga

1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45, ...

Barisan ini diperoleh dari pola titik yang membentuk segitiga.
Dengan menambahkan baris titik lain dan menghitung semua titik kita dapat menemukan suku berikutnya dari barisan tersebut.

barisan segitiga

Barisan Kuadrat

1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, ...

Suku berikutnya dihasilkan dengan memangkatkan suku-suku dalam pola barisan.
Suku kedua adalah 2 kuadrat (22 atau 2×2)
Suku ketujuh adalah 7 kuadrat (72 atau 7×7) dst.

Barisan Pangkat Tiga

1, 8, 27, 64, 125, 216, 343, 512, 729, ...

Suku berikutnya dihasilkan dengan memangkatkan tiga suku-suku dalam pola barisan.
Suku kedua adalah 2 pangkat 3 (23 or 2×2×2)
Suku ketujuh adalah 7 pangkat 3 (73 or 7×7×7) dst.

Barisan Fibonacci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, ...

Suku berikutnya diperoleh dengan menjumlahkan dua suku yang berdekatan.
Angka 2 dihasilkan dengan menjumlahkan kedua suku di depannya (1+1)
Angka 21 dihasilkan dengan menjumlahkan kedua suku di depannya (8+13)
Suku berikutnya dalam barisan di atas adalah 55 (21+34)

Dapatkan Anda menentukan beberapa suku berikutnya?

Barisan Lainnya

Masih banyak lagi! Anda bahkan dapat memikirkannya sendiri ...